Kabupaten Kaimana hasil pemekaran dari kabupaten Fak-Fak terletak di bagian Selatan Kepala Burung Pulau Papua adalah satu kota tua yang menyimpan sejuta panorama keindahan alam yang khas. Sebagaimana halnya wilayah pesisir di pantai selatan Papua, Kabupaten Kaimana memiliki fisiografi lahan perpaduan antara bukit-bukit karang yang terjal, diselingi oleh lembah yang curam serta daerah dasar lembah yang landai dengan juluran teluk jauh ke darat, diselingi gisik-gisik pantai dan tebing batu karang. Kondisi fisiografi demikian memunculkan suatu bentangan alam yang khas dengan berbagai keunikan hasil karya sang Pencipta yang tak terukur nilainya.
Potensi wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Kaimana berupa pantai berpasir putih, teluk, danau, terumbu karang dan panorama senja yang indah. Selain potensi wisata alam non hayati dan hayati tersebut, juga terdapat potensi wisata budaya sebagai ekspresi perilaku masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam termasuk ritual dan kearifan lokal dalam melindungi dan melestarikan kekayaan alam mereka. Kabupaten juga memiliki fasilitas komunikasi, transportasi dan penginapan yang layak untuk pengembangan pariwisata.
Meskipun sektor pariwisata belum menjadi sektor unggulan bagi pemerintah daerah, namun Panorama senja dan beberapa pantai serta pulau-pulau kecil dapat dikembangkan untuk ekowisata (Ekotourism). Pulau-pulau kecil ini dijumpai di sepanjang pantai teluk maupun pesisir laut Kabupaten Kaimana.
Panorama senja merupakan salah satu unggulan pariwisata Kabupaten Kaimana.. Panorama senja yang indah ini telah dikumandangkan Alfian ke seluruh dunia melalui lagu “Senja Di Kaimana”. Setiap orang yang mengunjungi Kaimana menggumi keindahan panorama senja. Bahkan masyarakat Kaimana mengatakan Senja Kaimana lebih indah Bulan Purnama atau fenomena Blue Moon.
Pulau Venue, adalah salah satu pulau kecil yang berada di sebelah selatan Distrik Buruway yang luasan hanya sekitar 15 ha. Pulau ini memiliki pantai pasir yang putih dan terumbu karang yang indah. Sesuai namanya, merupakan relung bertelur Penyu Belimbing dan beberapa satwa endemic maupun satwa migran. Pantai pasir putih merupakan tempat bertelur Penyu Belimbing dan Burung Maleo. Satwa migran seperti Pelikan dari Australia secara periodik setiap tahun hadir di pulau ini untuk sekedar menghindari musim yang ekstrim di habitat asalnya dan terkadang menjadikan pulau ini sebagai relung untuk berkembang biak. Pada siang hari, kelelawar banyak bergantungan di pohon Cemara pantai yang tumbuh di pulau ini untuk beristirahat menunggu malam tiba, kembali beraktivitas mencari makan. Di tengah pulau terdapat laguna (kolam karang), merupakan habitat beberapa biota laut. Di Pulau Venue pun menyimpan situs berupa kuburan keramat yang hingga kini secara fisik masih terlihat. Perairan laut di sekeliling pulau memiliki terumbu karang dengan berbagai bentuk dan aneka warna, beragam jenis biota laut berasosiasi dengan terumbu karang memunculkan panorama dasar laut yang menakjubkan. Pulau Venue dapat dijangkau melalui laut dengan rata-rata waktu tempuh 3 – 5 jam dari ibu kota Kabupaten Kaimana; 1 – 1,5 jam dari ibu kota Distrik Buruway dan 20 – 30 menit dari Pulau Adi menggunakan long Boat/Speed Boat.
Pulau-pulau kecil seperti Kepulauan Triton dan Pulau Aiduma dapat dikembangkan sebagai obyek wisata Kepulauan. Di perairan laut di sekitar pulau banyak ditemukan ikan Napoleon (Cheilinius undulates) yang berukuran besar dan berbagai jenis ikan hias seperti angelfish (Pemacantus sp) yang dapat dijadikan site point untuk wisata selam dan snorkeling. olahraga air seperti ski dan jet ski. Selain itu wilayah ini banyak ditumbuhi oleh soft coral yang sangat luas dan merupakan makanan ikan alami. Keadaan ini sangat menunjang kegiatan wisata memancing dan snorkling. Ketenangan wilayah ini juga merupakan lokasi yang sangat tepat untuk beristirahat untuk melepas lelah dan penat. Teluk Bisari, dijumpai semacam kebun karang (coral garden) yang sangat luas memanjang dari Tanjung Mosimosi ke arah kampung Sisir, merupakan suatu arsitektur alam yang sulit untuk diciptakan manusia.
Lima Perairan teluk yang terdapat di Kabupaten Kaimana seperti Teluk Bisari, Teluk Etna, Teluk Avona, Teluk Triton dan Teluk Arguni. Di sepanjang perairan teluk, akan dijumpai banyak pulau kecil dengan bukit dan tebing karang akan memperlihatkan panorama alam yang indah. Keadaan ini menciptakan lokasi yang bebas dari gempuran ombak dan angin dan sangat baik untuk Perilaku masyarkat dalam budaya seperti upacara ritual, upacara penyambutan tamu dengan tarian khasnya dan upacara Sasi sebagai kearifan lokal dalam pemanfaatan sumberdaya laut, juga dapat dikembangkan menjadi obyek wisata budaya di Kabupaten Kaimana.
Pengembangan Pikiran utama menjadi sebuah paragraf. Sesungguhnya orang yang suka membaca telah mampu hidup lebih dari pada orang yang tak mau dan tak mampu. tidaklah benar jika orang hanya memiliki satu kehidupan yang kita jalani,jika kita membaca, kita bisa menjalani beberapa pun jenis kehidupan seperti yang kita inginkan.
Jumat, 15 Mei 2009
wisata bahari
Pariwisata Halmahera Utara
Surganya Pantai Pasir Putih
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bila ingin melakukan wisata bahari, Halmahera Utara bisa menjadi rujukan. Wisatawan bisa berenang, berselancar, snorkeling, menyelam hingga memancing. Belum lagi, pantai dengan pasir putihnya menyuguhkan panorama eksotis.
Wisata Tolonuo
Pasir putih menjadi daya tarik bagi mereka yang gemar ke pantai. Iya, pantai berpasir putih menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Tak heran, banyak pantai berpasir putih menjadi incaran wisatawan domestik maupun asing. Sebut saja : Pantai Parai di Bangka, Pantai Panjang di Bengkulu , Pantai Pasir Putih di Lampung, Pantai Pasir Putih di Gorontalo. Atau Pantai Pasir Putih di Pulau Nau Papua menjadi tempat favorit untuk berlibur. Makanya tidak mengherankan, bila dimanjakan dengan pemandangan nan elok tersebut, wisatawan betah berlama-lama. Apalagi bagi mereka penggemar wisata bahari. Yang jadi pertanyaan, bagaimana jika bertandang ke suatu tempat dan ditemukan puluhan pantai berpasir putih? Jangan pernah berpikir bahwa pertanyaan ini sekadar perumpamaan apalagi khayalan. Tak percaya? Berkunjunglah ke Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara! Di daerah yang memiliki 76 pulau ini, mata akan dimanjakan oleh pantai berpasir putih dan hebatnya bisa dijumpai di berbagai tempat. “Lebih menariknya lagi, setiap pantai mempunyai ciri khas yang berbeda,” ujar kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara, Joas Tonoro berpromosi.
Indahnya Telaga Duma
Sebut saja Pulau Tagalaya di desa Tagalaya Kecamatan Tobelo. Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati pantai berpasir putih. Hutan bakau yang tumbuh di sepanjang pesisir pantai membuat tempat ini terlihat unik. Tak hanya itu, dari pulau ini, wisatawan akan disuguhi pemandangan mengagumkan. Nampak Gunung Dukono dan pulaupulau kecil di sekitar Tagalaya seperti Pulau Kakara Kecil, Pulau Kakara besar, Pulau Kolorai, Pulau Tupu-tupu, dan Pulau Meti. Jarak antara pulau hanya dipisahkan oleh hamparan birunya laut. Hamparan pasir putih juga bisa dinikmati di Pulau Dodola. Tempat ini menjadi salah-satu obyek wisata yang sangat menarik. Pulau yang hanya berjarak 5 mil dari Daruba –ibu kota kecamatan Morotai Selatan— dikelilingi hamparan pasir putih sangat luas sekaligus menghubungkan Dodola Besar dan Dodola Kecil.
Joas Tonoro
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Halut
Tak kalah dengan Pulau Tagalaya dan Pulau Dodola, Pantai Luari juga termasuk dalam deretan pantai berpasir putih. Paduan pantai dengan tanjung menghasilkan panorama mempesona. Lokasi yang berhadapan langsung dengan Samudara Pasifik menjadi daya tarik tersendiri bagi pantai yang terletak di desa Luari Kecamatan Tobelo Utara ini. “Di tempat ini, wisatawan bisa menyaksikan sunrise,” terang Joas. Tempat wisata favorit lainnya adalah Pulau Bobale. Lagilagi hamparan putih yang mengelilingi pulau ini menjadi daya magnet yang kuat. Di pulau itu terdapat bungker yang masih utuh peninggalan tentara Jepang semasa perang dunia II.
Aktivitas Wisata Bahari
Tidak hanya sekadar menikmati indahnya pantai berpasir putih, di sejumlah pantai, pengunjung bisa melakukan aktivitas wisata bahari seperti berenang atau memancing. Bagi mereka yang suka menikmati keanekaragaman biota laut, bisa snorkeling atau menyelam. Apalagi, kabupaten yang terletak di jazirah utara Pulau Halmahera tersebut memiliki keanekaragaman biotalaut tertinggi di dunia. Asal tahu saja, 750 jenis terumbu karang dan 942 jenis ikan, bisa ditemukan di sini. “Wisata bawah laut tak kalah mengasyikkan,” ujar Joas.
Lantas di mana tempat favorit untuk menyelam? Banyak. Sebut saja mulai dari Pulau Tagalaya, Tupu-tupu, Pawole, Dodola, Tobo-tobo, hingga Bobale. Sementara itu, kegiatan berenang dan memancing bisa dilakukan di hampir semua pantai di Halut. Bila ingin berselancar, wisatawan bisa bertandang ke Pantai Kumo di Pulau Kumo. Lokasinya tidak jauh dari Tobelo. Selain berselancar, di pantai yang dapat diakses hanya beberapa menit dari Pelabuhan Tobelo ini, wisatawan bisa berkeliling naik perahu sembari menikmati wajah Kota Tobelo yang terletak tepat di depannya. Alternatif lain untuk berselancar adalah Pantai Dorume di Kecamatan Loloda Utara.
Telaga dan Teluk
Rasanya tak lengkap bila ke Halut tidak berkunjung ke sejumlah telaga dan teluk. Talaga Duma, merupakan danau terbesar di Halut. Wisata alam yang terletak di kecamatan Galela ini menawarkan panorama alam yang begitu indah dan natural. Airnya jernih dan tenang. Pendeknya, cocok untuk untuk berenang, memancing dan dayung. Ada lagi Danau Paca di Kecamatan Tobelo Selatan. Di obyek wisata ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam berikut perbukitan yang terhampar di sekeliling danau. Sama halnya dengan Talaga Duma, di tempat ini airnya juga jernih dan tenang. Sementara itu, telaga yang berbalut cerita legenda bisa ditemukan di Talaga Biru. Airnya yang berwarna kebiruan, membuat telaga yang terletak di kecamatan Galela mendapat julukan serupa. Kejernihan dan kebersihan airnya selalu terjaga. Pasal-nya, setiap dedaunan yang jatuh di tengah selalu hanyut ke tepian. Begitu banyaknya obyek wisata dan aktivitas wisata bahari yang bisa dilakukan di Halut, membuat wisatawan akan meninggalkan Halut dengan kenangan yang tak terlupakan. (Faizah Rozy)
Yuk Gabung Lomba Foto Dasar Laut!
Bila Anda hobi fotografi sekaligus menyelam, saatnya berkunjung ke Halmahera Utara. Pasalnya Pemda Halmahera Utara akan menggelar lomba foto dasar laut.
Wisata bahari menjadi salah-satu unggulan Halut. Pasalnya 78% wilayah Halut adalah laut, sisanya 22% berupa daratan. Selain pantai pasir putih, tempat ini mempunyai taman bawah laut yang indah mulai dari terumbu karang, ikan dan beragam spesies laut. Bahkan muncul pendapat bahwa ragam dan keindahan spesies laut di Perairan Maluku tidak tertandingi oleh tempat mana pun di bumi ini.
Tidak sekadar dinikmati, keindahan taman bawah laut menjadi obyek yang menakjubkan untuk diabadikan dalam gambar. Karena itulah, Pemda Halut menggelar lomba foto dasar laut. Selain mempromosikan wisata bahari, kegiatan ini digelar untuk menyemarakkan “Visit Indonesia Year” dan “Halut Go Internasitional 2010”. Rencananya lomba akan digelar 14 hingga 19 April 2008. Event berskala nasional ini tidak saja terbuka bagi wisatawan domestik tapi juga wisatawan asing. Nah, bagi Anda yang suka menyelam sekaligus hobi fotografi bisa unjuk kebolehan melalui ajang ini sembari refreshing tentunya.
Surganya Pantai Pasir Putih
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bila ingin melakukan wisata bahari, Halmahera Utara bisa menjadi rujukan. Wisatawan bisa berenang, berselancar, snorkeling, menyelam hingga memancing. Belum lagi, pantai dengan pasir putihnya menyuguhkan panorama eksotis.
Wisata Tolonuo
Pasir putih menjadi daya tarik bagi mereka yang gemar ke pantai. Iya, pantai berpasir putih menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Tak heran, banyak pantai berpasir putih menjadi incaran wisatawan domestik maupun asing. Sebut saja : Pantai Parai di Bangka, Pantai Panjang di Bengkulu , Pantai Pasir Putih di Lampung, Pantai Pasir Putih di Gorontalo. Atau Pantai Pasir Putih di Pulau Nau Papua menjadi tempat favorit untuk berlibur. Makanya tidak mengherankan, bila dimanjakan dengan pemandangan nan elok tersebut, wisatawan betah berlama-lama. Apalagi bagi mereka penggemar wisata bahari. Yang jadi pertanyaan, bagaimana jika bertandang ke suatu tempat dan ditemukan puluhan pantai berpasir putih? Jangan pernah berpikir bahwa pertanyaan ini sekadar perumpamaan apalagi khayalan. Tak percaya? Berkunjunglah ke Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara! Di daerah yang memiliki 76 pulau ini, mata akan dimanjakan oleh pantai berpasir putih dan hebatnya bisa dijumpai di berbagai tempat. “Lebih menariknya lagi, setiap pantai mempunyai ciri khas yang berbeda,” ujar kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara, Joas Tonoro berpromosi.
Indahnya Telaga Duma
Sebut saja Pulau Tagalaya di desa Tagalaya Kecamatan Tobelo. Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati pantai berpasir putih. Hutan bakau yang tumbuh di sepanjang pesisir pantai membuat tempat ini terlihat unik. Tak hanya itu, dari pulau ini, wisatawan akan disuguhi pemandangan mengagumkan. Nampak Gunung Dukono dan pulaupulau kecil di sekitar Tagalaya seperti Pulau Kakara Kecil, Pulau Kakara besar, Pulau Kolorai, Pulau Tupu-tupu, dan Pulau Meti. Jarak antara pulau hanya dipisahkan oleh hamparan birunya laut. Hamparan pasir putih juga bisa dinikmati di Pulau Dodola. Tempat ini menjadi salah-satu obyek wisata yang sangat menarik. Pulau yang hanya berjarak 5 mil dari Daruba –ibu kota kecamatan Morotai Selatan— dikelilingi hamparan pasir putih sangat luas sekaligus menghubungkan Dodola Besar dan Dodola Kecil.
Joas Tonoro
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Halut
Tak kalah dengan Pulau Tagalaya dan Pulau Dodola, Pantai Luari juga termasuk dalam deretan pantai berpasir putih. Paduan pantai dengan tanjung menghasilkan panorama mempesona. Lokasi yang berhadapan langsung dengan Samudara Pasifik menjadi daya tarik tersendiri bagi pantai yang terletak di desa Luari Kecamatan Tobelo Utara ini. “Di tempat ini, wisatawan bisa menyaksikan sunrise,” terang Joas. Tempat wisata favorit lainnya adalah Pulau Bobale. Lagilagi hamparan putih yang mengelilingi pulau ini menjadi daya magnet yang kuat. Di pulau itu terdapat bungker yang masih utuh peninggalan tentara Jepang semasa perang dunia II.
Aktivitas Wisata Bahari
Tidak hanya sekadar menikmati indahnya pantai berpasir putih, di sejumlah pantai, pengunjung bisa melakukan aktivitas wisata bahari seperti berenang atau memancing. Bagi mereka yang suka menikmati keanekaragaman biota laut, bisa snorkeling atau menyelam. Apalagi, kabupaten yang terletak di jazirah utara Pulau Halmahera tersebut memiliki keanekaragaman biotalaut tertinggi di dunia. Asal tahu saja, 750 jenis terumbu karang dan 942 jenis ikan, bisa ditemukan di sini. “Wisata bawah laut tak kalah mengasyikkan,” ujar Joas.
Lantas di mana tempat favorit untuk menyelam? Banyak. Sebut saja mulai dari Pulau Tagalaya, Tupu-tupu, Pawole, Dodola, Tobo-tobo, hingga Bobale. Sementara itu, kegiatan berenang dan memancing bisa dilakukan di hampir semua pantai di Halut. Bila ingin berselancar, wisatawan bisa bertandang ke Pantai Kumo di Pulau Kumo. Lokasinya tidak jauh dari Tobelo. Selain berselancar, di pantai yang dapat diakses hanya beberapa menit dari Pelabuhan Tobelo ini, wisatawan bisa berkeliling naik perahu sembari menikmati wajah Kota Tobelo yang terletak tepat di depannya. Alternatif lain untuk berselancar adalah Pantai Dorume di Kecamatan Loloda Utara.
Telaga dan Teluk
Rasanya tak lengkap bila ke Halut tidak berkunjung ke sejumlah telaga dan teluk. Talaga Duma, merupakan danau terbesar di Halut. Wisata alam yang terletak di kecamatan Galela ini menawarkan panorama alam yang begitu indah dan natural. Airnya jernih dan tenang. Pendeknya, cocok untuk untuk berenang, memancing dan dayung. Ada lagi Danau Paca di Kecamatan Tobelo Selatan. Di obyek wisata ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam berikut perbukitan yang terhampar di sekeliling danau. Sama halnya dengan Talaga Duma, di tempat ini airnya juga jernih dan tenang. Sementara itu, telaga yang berbalut cerita legenda bisa ditemukan di Talaga Biru. Airnya yang berwarna kebiruan, membuat telaga yang terletak di kecamatan Galela mendapat julukan serupa. Kejernihan dan kebersihan airnya selalu terjaga. Pasal-nya, setiap dedaunan yang jatuh di tengah selalu hanyut ke tepian. Begitu banyaknya obyek wisata dan aktivitas wisata bahari yang bisa dilakukan di Halut, membuat wisatawan akan meninggalkan Halut dengan kenangan yang tak terlupakan. (Faizah Rozy)
Yuk Gabung Lomba Foto Dasar Laut!
Bila Anda hobi fotografi sekaligus menyelam, saatnya berkunjung ke Halmahera Utara. Pasalnya Pemda Halmahera Utara akan menggelar lomba foto dasar laut.
Wisata bahari menjadi salah-satu unggulan Halut. Pasalnya 78% wilayah Halut adalah laut, sisanya 22% berupa daratan. Selain pantai pasir putih, tempat ini mempunyai taman bawah laut yang indah mulai dari terumbu karang, ikan dan beragam spesies laut. Bahkan muncul pendapat bahwa ragam dan keindahan spesies laut di Perairan Maluku tidak tertandingi oleh tempat mana pun di bumi ini.
Tidak sekadar dinikmati, keindahan taman bawah laut menjadi obyek yang menakjubkan untuk diabadikan dalam gambar. Karena itulah, Pemda Halut menggelar lomba foto dasar laut. Selain mempromosikan wisata bahari, kegiatan ini digelar untuk menyemarakkan “Visit Indonesia Year” dan “Halut Go Internasitional 2010”. Rencananya lomba akan digelar 14 hingga 19 April 2008. Event berskala nasional ini tidak saja terbuka bagi wisatawan domestik tapi juga wisatawan asing. Nah, bagi Anda yang suka menyelam sekaligus hobi fotografi bisa unjuk kebolehan melalui ajang ini sembari refreshing tentunya.
Asyiknya snorkeling
Asyiknya snorkeling Di raja Amapat
Raja Ampat, Siang itu, pukul 13.00 WIT, matahari terasa memanggang kulit. Namun, pesona pantai Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, begitu memikat. Tanpa pikir panjang, empat sekawan cowok-cowok asal Jakarta berangkat menuju Pulau Waifo yang berjarak sekitar lima kilometer dari Waigeo, pulau tempat kami berdiri.
''Wurrrrr,.,,''. Perahu motor yang mereka kendarai segera membelah laut biru. Angin menderu-deru. Kegembiraan memenuhi dada. Hanya ada satu kata dalam benak kami saat itu: snorkeling, snorkeling!
Padahal, kalau mau jujur nih, sebagian dari mereka tidak tahu benar apa itu snorkeling alias belum pernah menjajalnya. Beruntung, Obot, salah seorang dari mereka, sempat lama ikutan kelompok pecinta alam termasuk snorkeling. ''Gampang banget kok,'' tutur Obot sambil tersenyum kecil. ''Syaratnya, kamu harus menguasai dasar-dasar berenang. Itu saja.''
Cuma 10 menit, sampai juga cowok-cowok tadi di Waifo. Penduduk setempat menyebut pulau kecil ini surga terumbu karang di Kabupaten Raja Ampat. Airnya luar biasa bening. Terumbu karangnya melimpah. Ikannya beragam. Tak sabar rasanya ingin buruan nyemplung. ''Kalau mau snorkeling, sebaiknya tidak jauh dari pantai,'' Obot membuka pembicaraan sembari mengguyur sepasang masker plastik yang diboyongnya dari darat.
Ia lalu mengucek-nguceknya agar cukup kering. Tak lama, Obot sudah mengenakan sepasang fin (sirip plastik untuk berenang) di kedua kakinya. ''Wah pas banget,'' tutur Obot girang. Ia lalu nyebur ke pantai. Byurr... Di permukaan laut, mereka menikmati keindahan Kepulauan Raja Ampat. Berbagai jenis terumbu karang, ikan-ikan, dan biota laut yang lain menyedot perhatian mereka. Tak terasa, sudah satu jam mereka ber-snorkeling. Dalam hati, mereka menyimpan kekaguman pada pesona eksotis itu.
Hmm menyenangkan, bukan? Itulah pengalaman teman-teman kamu yang sempat 'mencicipi' asyiknya ber-snorkeling. Kebetulan mereka merasakan nikmatnya olahraga satu ini di kawasan indah Papua Barat pada pekan lalu. Kalau kamu memang bisa berenang, nggak ada salahnya mencoba snorkeling juga. Apalagi, ternyata olahraga ini nggak susah-susah amat.
Tapi, mungkin kamu masih ragu. Apa sih snorkeling itu? Kata itu diambil dari snorkel yang berarti memasukkan dan mengeluarkan udara di dalam air atau menyelam. Sebenarnya, snorkeling dikenal sebagai kegiatan berenang di permukaan untuk menikmati keindahan dasar pantai. Lewat kegiatan ini, kamu bisa menikmati pesona flora laut seperti terumbu karang atau fauna laut yang cuma bisa kamu ditemui di film-film dokumenter saja. Menakjubkan banget.
Boleh dibilang snorkeling nyaris mirip dengan diving. Bedanya, peralatan diving jauh lebih banyak. Misalnya saja, diving memerlukan tabung oksigen. Dengan tabung ini, para diver menyelam jauh hingga ke dasar laut. Sementara kalau snorkeling cuma menyelam di permukaan saja, tidak ke dasar laut. Karenanya, lokasi snorkeling biasanya di dekat pantai.
Mereka yang ber-snorkeling tidak menghirup udara dari tabung oksigen. Melainkan dari udara di atas permukaan air. Udara ini dialirkan lewat selang yang dipancangkan ke atas. Meski cuma di permukaan saja, kamu tetap dapat menyaksikan panorama bawah laut.
Nah, mulai ngeh asyiknya, kan? Sekarang mulai deh melongok peralatan yang harus dibawa kalau mau snorkeling. Sebenarnya, cuma diperlukan tiga perangkat wajib untuk ber-snorkeling ria. Sebuah masker plastik yang bentuknya seperti kacamata ukuran raksasa, fin atau sirip kaki plastik untuk mempercepat gerakan saat berenang, dan snorkel berupa pipa penyedot udara untuk bernafas saat berenang.
Mulai kita 'bedah' satu per satu peralatan itu, yuk. Pertama, masker plastik. Alat ini berperan sebagai 'jendela' yang memungkinkan kamu melihat-lihat pemandangan di dalam air. Tanpa masker itu, kamu bisa-bisa kerepotan. Mata kamu bakal terasa amat perih, lantaran air garam langsung menerjang ke selaput mata. Masker ini juga berfungsi mencegah air laut menyelusup ke hidung kamu.
Supaya mata kamu nggak perih, pakailah masker dengan rapat. Kekencangan masker bisa diatur lewat gesper yang melingkar di belakang kepala. Semakin rapat, semakin sulit air menyelinap ke wajah saat menyelam. Untuk yang memakai kacamata, pilihlah desain masker yang sesuai.
Setelah itu ada fin atau sirip buatan di kaki. Fin ini berfungsi mempercepat gerakan saat di air, yakni memperlebar jangkauan saat berenang. Ada dua jenis fin seperti slipper fin yang cocok untuk kaki telanjang dan bermanfaat bagi mereka yang ingin ber-snorkeling atau melakukan latihan di kolam renang. Ada juga strap fin yang dikenakan bersama dengan sepatu boot dan pakaian menyelam. Terakhir, tentu saja selang udara yang biasa disebut snorkel. Alat ini menjamin pasokan oksigen tetap mengalir ke paru-paru. Namun, perlu latihan saat menggunakan alat ini di dalam air. Ini karena kamu harus menghirup udara dari mulut. Bagi pemula, hal ini memang cukup menyulitkan.
Kalau belum terbiasa, begitu masuk ke air, kamu bakal langsung kelimpungan karena air yang langsung masuk ke dalam hidung. Pedas sekali. Nah, biar sip, belajar deh isap-mengisap udara dari mulut. Tapi, jangan patah semangat dulu, dong. Memang sih perlu latihan khusus, tapi bayangin deh kamu bakal merasakan asyiknya pemandangan indah di bawah permukaan laut. Boleh dicoba, tuh...
Tips Biar Sip
Biar makin asyik, ada tips yang bikin kamu makin sip ber-snorkeling.
* Pilihlah lokasi terumbu karang yang paling oke. Dengan begitu, saat nyemplung ke dalam air, kita sudah bisa langsung menyaksikan panorama dasar laut yang menakjubkan.
* Jangan nekad menyelam ke dasar.
Ingat, pipa pengisap udara harus tetap berada di luar air. Kalau ikut nyebur, pasti air laut bakal ikut masuk ke dalam pipa snorkel.
* Pasangkan snorkel pas di mulut.
Ini agar kamu nyaman saat menghirup udara di dalam air. Pertama, masukkan liang pengisap snorkel tepat menempel di barisan gigi depan, lalu gigit. Di sisi kanan kiri ujung liang pengisap memang ada bantalan kecil. Fungsinya untuk digigit, agar snorkel menjadi kokoh terpancang di mulut.
* Biasakan mendengar suara menderu saat menyelam di dalam air.
Suara itu tak lain deru napas kamu sendiri yang terdengar jauh lebih bergemuruh saat di dalam air. Suara itu kadang terdengar cukup 'menakutkan', bahkan menganggu konsentrasi saat menikmati pemandangan dasar laut ini. Tapi itu harus dibiasakan.
* Hati-hati.
Jangan pernah ber-snorkeling sendirian atau ketika sedang ombak besar. Biar lebih aman, pilih kawasan yang ada penjaga pantainya.
* Hormati biota laut.
Terumbu karang juga binatang. Meski terlihat seperti bebatuan dan tumbuhan, mereka ternyata termasuk binatang hidup. Mereka terdiri atas ribuan organisme kecil yang berusaha membangun tempat tinggal. Dengan hanya menyentuh, kamu berarti menghancurkan mereka. Jangan juga berdiri di atas karang-karang itu karena mereka begitu rapuh.
(sumber: republika)
Raja Ampat, Siang itu, pukul 13.00 WIT, matahari terasa memanggang kulit. Namun, pesona pantai Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, begitu memikat. Tanpa pikir panjang, empat sekawan cowok-cowok asal Jakarta berangkat menuju Pulau Waifo yang berjarak sekitar lima kilometer dari Waigeo, pulau tempat kami berdiri.
''Wurrrrr,.,,''. Perahu motor yang mereka kendarai segera membelah laut biru. Angin menderu-deru. Kegembiraan memenuhi dada. Hanya ada satu kata dalam benak kami saat itu: snorkeling, snorkeling!
Padahal, kalau mau jujur nih, sebagian dari mereka tidak tahu benar apa itu snorkeling alias belum pernah menjajalnya. Beruntung, Obot, salah seorang dari mereka, sempat lama ikutan kelompok pecinta alam termasuk snorkeling. ''Gampang banget kok,'' tutur Obot sambil tersenyum kecil. ''Syaratnya, kamu harus menguasai dasar-dasar berenang. Itu saja.''
Cuma 10 menit, sampai juga cowok-cowok tadi di Waifo. Penduduk setempat menyebut pulau kecil ini surga terumbu karang di Kabupaten Raja Ampat. Airnya luar biasa bening. Terumbu karangnya melimpah. Ikannya beragam. Tak sabar rasanya ingin buruan nyemplung. ''Kalau mau snorkeling, sebaiknya tidak jauh dari pantai,'' Obot membuka pembicaraan sembari mengguyur sepasang masker plastik yang diboyongnya dari darat.
Ia lalu mengucek-nguceknya agar cukup kering. Tak lama, Obot sudah mengenakan sepasang fin (sirip plastik untuk berenang) di kedua kakinya. ''Wah pas banget,'' tutur Obot girang. Ia lalu nyebur ke pantai. Byurr... Di permukaan laut, mereka menikmati keindahan Kepulauan Raja Ampat. Berbagai jenis terumbu karang, ikan-ikan, dan biota laut yang lain menyedot perhatian mereka. Tak terasa, sudah satu jam mereka ber-snorkeling. Dalam hati, mereka menyimpan kekaguman pada pesona eksotis itu.
Hmm menyenangkan, bukan? Itulah pengalaman teman-teman kamu yang sempat 'mencicipi' asyiknya ber-snorkeling. Kebetulan mereka merasakan nikmatnya olahraga satu ini di kawasan indah Papua Barat pada pekan lalu. Kalau kamu memang bisa berenang, nggak ada salahnya mencoba snorkeling juga. Apalagi, ternyata olahraga ini nggak susah-susah amat.
Tapi, mungkin kamu masih ragu. Apa sih snorkeling itu? Kata itu diambil dari snorkel yang berarti memasukkan dan mengeluarkan udara di dalam air atau menyelam. Sebenarnya, snorkeling dikenal sebagai kegiatan berenang di permukaan untuk menikmati keindahan dasar pantai. Lewat kegiatan ini, kamu bisa menikmati pesona flora laut seperti terumbu karang atau fauna laut yang cuma bisa kamu ditemui di film-film dokumenter saja. Menakjubkan banget.
Boleh dibilang snorkeling nyaris mirip dengan diving. Bedanya, peralatan diving jauh lebih banyak. Misalnya saja, diving memerlukan tabung oksigen. Dengan tabung ini, para diver menyelam jauh hingga ke dasar laut. Sementara kalau snorkeling cuma menyelam di permukaan saja, tidak ke dasar laut. Karenanya, lokasi snorkeling biasanya di dekat pantai.
Mereka yang ber-snorkeling tidak menghirup udara dari tabung oksigen. Melainkan dari udara di atas permukaan air. Udara ini dialirkan lewat selang yang dipancangkan ke atas. Meski cuma di permukaan saja, kamu tetap dapat menyaksikan panorama bawah laut.
Nah, mulai ngeh asyiknya, kan? Sekarang mulai deh melongok peralatan yang harus dibawa kalau mau snorkeling. Sebenarnya, cuma diperlukan tiga perangkat wajib untuk ber-snorkeling ria. Sebuah masker plastik yang bentuknya seperti kacamata ukuran raksasa, fin atau sirip kaki plastik untuk mempercepat gerakan saat berenang, dan snorkel berupa pipa penyedot udara untuk bernafas saat berenang.
Mulai kita 'bedah' satu per satu peralatan itu, yuk. Pertama, masker plastik. Alat ini berperan sebagai 'jendela' yang memungkinkan kamu melihat-lihat pemandangan di dalam air. Tanpa masker itu, kamu bisa-bisa kerepotan. Mata kamu bakal terasa amat perih, lantaran air garam langsung menerjang ke selaput mata. Masker ini juga berfungsi mencegah air laut menyelusup ke hidung kamu.
Supaya mata kamu nggak perih, pakailah masker dengan rapat. Kekencangan masker bisa diatur lewat gesper yang melingkar di belakang kepala. Semakin rapat, semakin sulit air menyelinap ke wajah saat menyelam. Untuk yang memakai kacamata, pilihlah desain masker yang sesuai.
Setelah itu ada fin atau sirip buatan di kaki. Fin ini berfungsi mempercepat gerakan saat di air, yakni memperlebar jangkauan saat berenang. Ada dua jenis fin seperti slipper fin yang cocok untuk kaki telanjang dan bermanfaat bagi mereka yang ingin ber-snorkeling atau melakukan latihan di kolam renang. Ada juga strap fin yang dikenakan bersama dengan sepatu boot dan pakaian menyelam. Terakhir, tentu saja selang udara yang biasa disebut snorkel. Alat ini menjamin pasokan oksigen tetap mengalir ke paru-paru. Namun, perlu latihan saat menggunakan alat ini di dalam air. Ini karena kamu harus menghirup udara dari mulut. Bagi pemula, hal ini memang cukup menyulitkan.
Kalau belum terbiasa, begitu masuk ke air, kamu bakal langsung kelimpungan karena air yang langsung masuk ke dalam hidung. Pedas sekali. Nah, biar sip, belajar deh isap-mengisap udara dari mulut. Tapi, jangan patah semangat dulu, dong. Memang sih perlu latihan khusus, tapi bayangin deh kamu bakal merasakan asyiknya pemandangan indah di bawah permukaan laut. Boleh dicoba, tuh...
Tips Biar Sip
Biar makin asyik, ada tips yang bikin kamu makin sip ber-snorkeling.
* Pilihlah lokasi terumbu karang yang paling oke. Dengan begitu, saat nyemplung ke dalam air, kita sudah bisa langsung menyaksikan panorama dasar laut yang menakjubkan.
* Jangan nekad menyelam ke dasar.
Ingat, pipa pengisap udara harus tetap berada di luar air. Kalau ikut nyebur, pasti air laut bakal ikut masuk ke dalam pipa snorkel.
* Pasangkan snorkel pas di mulut.
Ini agar kamu nyaman saat menghirup udara di dalam air. Pertama, masukkan liang pengisap snorkel tepat menempel di barisan gigi depan, lalu gigit. Di sisi kanan kiri ujung liang pengisap memang ada bantalan kecil. Fungsinya untuk digigit, agar snorkel menjadi kokoh terpancang di mulut.
* Biasakan mendengar suara menderu saat menyelam di dalam air.
Suara itu tak lain deru napas kamu sendiri yang terdengar jauh lebih bergemuruh saat di dalam air. Suara itu kadang terdengar cukup 'menakutkan', bahkan menganggu konsentrasi saat menikmati pemandangan dasar laut ini. Tapi itu harus dibiasakan.
* Hati-hati.
Jangan pernah ber-snorkeling sendirian atau ketika sedang ombak besar. Biar lebih aman, pilih kawasan yang ada penjaga pantainya.
* Hormati biota laut.
Terumbu karang juga binatang. Meski terlihat seperti bebatuan dan tumbuhan, mereka ternyata termasuk binatang hidup. Mereka terdiri atas ribuan organisme kecil yang berusaha membangun tempat tinggal. Dengan hanya menyentuh, kamu berarti menghancurkan mereka. Jangan juga berdiri di atas karang-karang itu karena mereka begitu rapuh.
(sumber: republika)
Langganan:
Komentar (Atom)