Halaman

Senin, 01 November 2010

transplantasi terumbu karang

Monitoring Perkembangan Pertumbuhan Transplantasi Terumbu Karang

PAITON – Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Probolinggo bersama Konsultan dari PT. Citra Melati Alam Prima Surabaya, Rabu (6/1) pagi melakukan monitoring perkembangan pertumbuhan transplantasi terumbu karang di sebelah utara PLTU Unit 2 Jatim Paiton. Rehabilitasi dan konservasi terumbu karang ini dilakukan sebagai ganti dari lahan terumbu karang yang diratakan untuk membuat unit pembangkit listrik baru yang terletak di tepi laut.

Arya Wicaksana dari PT. Citra Melati Alam selaku pelaksana transplantasi terumbu karang di PLTU Unit 2 Jatim Paiton mengatakan kontruksi dari pembangunan ini dibuat menjorok ke laut dengan memanfaatkan air laut sebagai pendinginan dengan menggunakan alat seawater cooling. Untuk membuat seawater cooling ini, sebagian tepi pantai diratakan dengan mengambil beberapa lahan yang selama ini ditempati berkembangnya terumbu karang.

”PLTU Unit 2 Jatim Paiton merasa peduli terhadap keberlangsungan ekosistem laut. Oleh karenanya, PLTU Paiton berupaya untuk mengembangkan kembali terumbu karang dengan sistem transplantasi (stek). Sementara ini hanya mengganti 1/5 dari lahan yang diratakan,” ujar Arya.

Monitoring dilakukan dengan menurunkan dua orang penyelam ke dasar laut selama kurang lebih dua jam. Dua penyelam ini memperhatikan satu persatu pertumbuhan terumbu karang yang berada di kedalaman 5 hingga 6 meter tersebut. Gambar yang diperoleh ada yang diabadikan dengan kamera dan ada juga yang dikirm melalui CCTV.

”Setelah memperhatikan pertumbuhan terumbu karang ini, 90% pertumbuhannya sudah berhasil. Hanya beberapa tunas saja yang mati. Hal ini wajar, sebab dalam pertumbuhannya ada persaingan seleksi alam. Dalam waktu tiga bulan, pertumbuhan tunasnya sudah ada yang mencapai 5 cm,” ujar Budi Rachman, Koordinator Tranplantasi Terumbu Karang.

Menurut Budi, dalam rehabilitasi transplantasi terumbu karang ini pihaknya memasang sedikitnya 2000 blok beton ke dasar laut. Tiap blok terdapat lima bibit terumbu karang. ”Ada lima jenis terumbu karang yang kita gunakan. Hanya saja, jenis Acropora yang paling banyak kita gunakan,” jelas Budi.

Sedangkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan dinas memiliki kebijakan untuk melakukan rehabilitasi dan konservasi kawasan laut dengan cara mengembalikan kerusakan ekosistem laut. Langkah yang dilakukan oleh PLTU Paiton merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

”Terumbu karang yang ada di kawasan Paiton tumbuh di atas lahan seluas 100 hektar. Namun dari luas tersebut, 30 % diantaranya sudah rusak. Kerusakan itu diakibatkan oleh para pelaku yang tidak bertanggung jawab seperti nelayan yang menggunakan bondet, potasium dan lain sebagainya,” ujar Dedy.

Untuk mengatasi kerusakan tersebut diperlukan kerja sama dan kesadaran dari semua elemen untuk bersama-sama melakukan rehabilitasi dan konservasi terumbu karang di Kabupaten Probolinggo. "Sebenarnya kawasan terumbu karang yang berada di kawasan Paiton dapat dijadikan sebagai obyek wisata diving tourism yang dapat menambah sumber PAD Kabupaten Probolinggo. Kalau dikembangkan dengan baik, maka daerah ini dapat mengundang minat wisatawan datang untuk menikmati keindahan terumbu karang di dasar laut,” pungkas Dedy.(wan)

Teks Foto : Salah satu penyelam saat melakukan monitoring perkembangan pertumbuhan transplantasi terumbu karang di dasar laut utara PLTU Paiton.

Copyright © 2009 Website Kabupaten Probolinggo
Bagian Komunikasi dan Informatika Setda Kabupaten Probolinggo
Redaksi : Jalan Raya Dringu 901 Dringu Probolinggo Jatim 67271
Telp: 0335-421294 Fax: 0335-420604 - email : redaksi@probolinggokab.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar