Asyiknya snorkeling Di raja Amapat
Raja Ampat, Siang itu, pukul 13.00 WIT, matahari terasa memanggang kulit. Namun, pesona pantai Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, begitu memikat. Tanpa pikir panjang, empat sekawan cowok-cowok asal Jakarta berangkat menuju Pulau Waifo yang berjarak sekitar lima kilometer dari Waigeo, pulau tempat kami berdiri.
''Wurrrrr,.,,''. Perahu motor yang mereka kendarai segera membelah laut biru. Angin menderu-deru. Kegembiraan memenuhi dada. Hanya ada satu kata dalam benak kami saat itu: snorkeling, snorkeling!
Padahal, kalau mau jujur nih, sebagian dari mereka tidak tahu benar apa itu snorkeling alias belum pernah menjajalnya. Beruntung, Obot, salah seorang dari mereka, sempat lama ikutan kelompok pecinta alam termasuk snorkeling. ''Gampang banget kok,'' tutur Obot sambil tersenyum kecil. ''Syaratnya, kamu harus menguasai dasar-dasar berenang. Itu saja.''
Cuma 10 menit, sampai juga cowok-cowok tadi di Waifo. Penduduk setempat menyebut pulau kecil ini surga terumbu karang di Kabupaten Raja Ampat. Airnya luar biasa bening. Terumbu karangnya melimpah. Ikannya beragam. Tak sabar rasanya ingin buruan nyemplung. ''Kalau mau snorkeling, sebaiknya tidak jauh dari pantai,'' Obot membuka pembicaraan sembari mengguyur sepasang masker plastik yang diboyongnya dari darat.
Ia lalu mengucek-nguceknya agar cukup kering. Tak lama, Obot sudah mengenakan sepasang fin (sirip plastik untuk berenang) di kedua kakinya. ''Wah pas banget,'' tutur Obot girang. Ia lalu nyebur ke pantai. Byurr... Di permukaan laut, mereka menikmati keindahan Kepulauan Raja Ampat. Berbagai jenis terumbu karang, ikan-ikan, dan biota laut yang lain menyedot perhatian mereka. Tak terasa, sudah satu jam mereka ber-snorkeling. Dalam hati, mereka menyimpan kekaguman pada pesona eksotis itu.
Hmm menyenangkan, bukan? Itulah pengalaman teman-teman kamu yang sempat 'mencicipi' asyiknya ber-snorkeling. Kebetulan mereka merasakan nikmatnya olahraga satu ini di kawasan indah Papua Barat pada pekan lalu. Kalau kamu memang bisa berenang, nggak ada salahnya mencoba snorkeling juga. Apalagi, ternyata olahraga ini nggak susah-susah amat.
Tapi, mungkin kamu masih ragu. Apa sih snorkeling itu? Kata itu diambil dari snorkel yang berarti memasukkan dan mengeluarkan udara di dalam air atau menyelam. Sebenarnya, snorkeling dikenal sebagai kegiatan berenang di permukaan untuk menikmati keindahan dasar pantai. Lewat kegiatan ini, kamu bisa menikmati pesona flora laut seperti terumbu karang atau fauna laut yang cuma bisa kamu ditemui di film-film dokumenter saja. Menakjubkan banget.
Boleh dibilang snorkeling nyaris mirip dengan diving. Bedanya, peralatan diving jauh lebih banyak. Misalnya saja, diving memerlukan tabung oksigen. Dengan tabung ini, para diver menyelam jauh hingga ke dasar laut. Sementara kalau snorkeling cuma menyelam di permukaan saja, tidak ke dasar laut. Karenanya, lokasi snorkeling biasanya di dekat pantai.
Mereka yang ber-snorkeling tidak menghirup udara dari tabung oksigen. Melainkan dari udara di atas permukaan air. Udara ini dialirkan lewat selang yang dipancangkan ke atas. Meski cuma di permukaan saja, kamu tetap dapat menyaksikan panorama bawah laut.
Nah, mulai ngeh asyiknya, kan? Sekarang mulai deh melongok peralatan yang harus dibawa kalau mau snorkeling. Sebenarnya, cuma diperlukan tiga perangkat wajib untuk ber-snorkeling ria. Sebuah masker plastik yang bentuknya seperti kacamata ukuran raksasa, fin atau sirip kaki plastik untuk mempercepat gerakan saat berenang, dan snorkel berupa pipa penyedot udara untuk bernafas saat berenang.
Mulai kita 'bedah' satu per satu peralatan itu, yuk. Pertama, masker plastik. Alat ini berperan sebagai 'jendela' yang memungkinkan kamu melihat-lihat pemandangan di dalam air. Tanpa masker itu, kamu bisa-bisa kerepotan. Mata kamu bakal terasa amat perih, lantaran air garam langsung menerjang ke selaput mata. Masker ini juga berfungsi mencegah air laut menyelusup ke hidung kamu.
Supaya mata kamu nggak perih, pakailah masker dengan rapat. Kekencangan masker bisa diatur lewat gesper yang melingkar di belakang kepala. Semakin rapat, semakin sulit air menyelinap ke wajah saat menyelam. Untuk yang memakai kacamata, pilihlah desain masker yang sesuai.
Setelah itu ada fin atau sirip buatan di kaki. Fin ini berfungsi mempercepat gerakan saat di air, yakni memperlebar jangkauan saat berenang. Ada dua jenis fin seperti slipper fin yang cocok untuk kaki telanjang dan bermanfaat bagi mereka yang ingin ber-snorkeling atau melakukan latihan di kolam renang. Ada juga strap fin yang dikenakan bersama dengan sepatu boot dan pakaian menyelam. Terakhir, tentu saja selang udara yang biasa disebut snorkel. Alat ini menjamin pasokan oksigen tetap mengalir ke paru-paru. Namun, perlu latihan saat menggunakan alat ini di dalam air. Ini karena kamu harus menghirup udara dari mulut. Bagi pemula, hal ini memang cukup menyulitkan.
Kalau belum terbiasa, begitu masuk ke air, kamu bakal langsung kelimpungan karena air yang langsung masuk ke dalam hidung. Pedas sekali. Nah, biar sip, belajar deh isap-mengisap udara dari mulut. Tapi, jangan patah semangat dulu, dong. Memang sih perlu latihan khusus, tapi bayangin deh kamu bakal merasakan asyiknya pemandangan indah di bawah permukaan laut. Boleh dicoba, tuh...
Tips Biar Sip
Biar makin asyik, ada tips yang bikin kamu makin sip ber-snorkeling.
* Pilihlah lokasi terumbu karang yang paling oke. Dengan begitu, saat nyemplung ke dalam air, kita sudah bisa langsung menyaksikan panorama dasar laut yang menakjubkan.
* Jangan nekad menyelam ke dasar.
Ingat, pipa pengisap udara harus tetap berada di luar air. Kalau ikut nyebur, pasti air laut bakal ikut masuk ke dalam pipa snorkel.
* Pasangkan snorkel pas di mulut.
Ini agar kamu nyaman saat menghirup udara di dalam air. Pertama, masukkan liang pengisap snorkel tepat menempel di barisan gigi depan, lalu gigit. Di sisi kanan kiri ujung liang pengisap memang ada bantalan kecil. Fungsinya untuk digigit, agar snorkel menjadi kokoh terpancang di mulut.
* Biasakan mendengar suara menderu saat menyelam di dalam air.
Suara itu tak lain deru napas kamu sendiri yang terdengar jauh lebih bergemuruh saat di dalam air. Suara itu kadang terdengar cukup 'menakutkan', bahkan menganggu konsentrasi saat menikmati pemandangan dasar laut ini. Tapi itu harus dibiasakan.
* Hati-hati.
Jangan pernah ber-snorkeling sendirian atau ketika sedang ombak besar. Biar lebih aman, pilih kawasan yang ada penjaga pantainya.
* Hormati biota laut.
Terumbu karang juga binatang. Meski terlihat seperti bebatuan dan tumbuhan, mereka ternyata termasuk binatang hidup. Mereka terdiri atas ribuan organisme kecil yang berusaha membangun tempat tinggal. Dengan hanya menyentuh, kamu berarti menghancurkan mereka. Jangan juga berdiri di atas karang-karang itu karena mereka begitu rapuh.
(sumber: republika)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar